Studi Kapasitas Dan Tingkat Pelayanan Jalan (Studi Kasus Jalan Mr. Muhammad Hasan Kota Banda Aceh)
DOI:
https://doi.org/10.37598/tameh.v10i1.142Kata Kunci:
Jam puncak, Kapasitas, Derajat Kejenuhan, Kecepatan, Tingkat PelayananAbstrak
Jalan Mr. Muhammad Hasan merupakan salah satu gerbang masuk ke Kota banda Aceh. Kondisi jalan dalam keaadaan mantap, dengan tipe dua lajur dua arah terbagi dengan median yang lebarnya 1,5 m.. Peran jalan ini begitu strategis, mengingat bila terjadi tsunami maka jalan ini merupakan salah satu escaped road masyarakat. Hasil observasi awal jalan ini masih dalam keadaan nyaman berkendaraan, tetapi perlu dilakukan penelitian tingkat pelayanan jalan untuk mengantisipasi perannya sebagai escape road. Berdasarkan itu ingin diketahui bagaimana tingkat pelayanan Jalan Mr. Muhammad Hasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pelayanan Jalan Mr. Muhammad Hasan dengan memakai metode MKJI 1997. Pengambilan data dilakukan melalui survei volume dan kecepatan lalu lintas selama 3 (tiga hari) yaitu Kamis, Jumat dan Minggu. Durasi survei pukul 07.00-18.00 dengan 8 (delapan) surveyor. Volume lalu lintas dikalikan dengan angka emp, sehingga didapat besarnya arus pada jam puncak pagi, siang dan sore hari. Hasil pencatatan kecepatan dalam m/detik dikonversi menjadi km/jam. Selanjutnya dihitung kapasitas ruas jalan kota, kecepatan arus bebas dan derajat kejenuhan. Berdasarkan nilai kapasitas, kecepatan dan derajat kejenuhan, maka didapatkan nilai tingkat pelayanan jalan. Berdasarkan hasil perhitungan Jam puncak tertinggi pada hari pengamtan terjadi pada sore hari, yaitu Kamis pukul15.45-16.45 (2144 smp/jam), jumat pada pukul 16.15-17.15 (2295 smp/jam) dan minggu pukul 17.00-18.00 sebanyak 1698 smp/jam. Kapasitas ruas jalan pada ketiga hari pengamatan sebesar 6178 smp/jam dan kecepatan 53,01 km/jam. Derajat kejenuhan terendah terjadi pada Minggu siang yaitu 0,18 dan tertinggi terjadi pada hari jumat yaitu sebesar 0,54 dan secara keseluruhan masih di bawah 0,75 sehingga belum diperlukan adanya skenario. Tingkat pelayan jalan pagi dan siang (kamis,jumat, minggu) hari masih menunjukkan nilai A, sedangkan pada sore hari Senin menjadi C dan pada hari jumat serta Minggu sedikit mengalami penurunan yaitu menjadi B.
Referensi
Anonymous, 1997, Manual Kapasitas jalan Indonesia(MKJI), Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
Khairulnas, et al, 2018, Analida Derajat Kejenuhan dan Tingkat Pelayanan Jalan Sudirman Kota Pekan Baru, Jurnal Teknik, 12(2),pp 148-154
Lalenoh, R. H., Sendow, T.K. & Jansen, F., 2015, AnalisaKapasitas Ruas jalan Sam Ratulangi dengan Metode MKJI dan PKJI 2014, Jurnal Sipil Statik, 3(11), pp. 737-746
Mutiawati, C., Suprayitno, H., 2018, Tinjauan Awal Struktur Jaringan Jalan di Kota Banda Aceh, Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur dan Fasilitas, 2 (2), pp 40-52.
Pradana, M.F., Bethary, R.T. & Permana, T. E, 2016, Analisis Kinerja Tiga Ruas Jalan Utama Kota Cilegon, Jurnal Fondasi, 5(1), pp, 46-56.
Prasetyo, H. E dan Trijeti, 2019, Seminar Nasional Sains dan Teknologi, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Putranto, L.S, 2016, Rekayasa laluLintas, Indeks, Bandung
Suhudi & Tenabolo, A., 2017, Analisis Tingkat Pelayanan Jalan Sunan Kalijaga Kelurahan Dinoyo Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Jurnal Reka Buana, 2(1), pp, 47-55
Suprayitno, H., & Soemitro, R.A.A., 2018, Preliminary Reflexion on Basic Principleof Infrastructure Asset Management,Jurnalmanajemen Aset Infrastruktur dan Fasilitas, 2(1), pp.1-9.
Tamin, O.Z, 2008, Perencanaa, Pemodelan dan Rekayasa Transportasi, Penertbi ITB, Bandung..
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2021 Tety Sriana, Kemala Hayati
Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.